Kau bertanya “Untuk apa rindu?”
Lalu kujawab “Untuk meyakinkan bahwa asa itu ada”
Kau bertanya lagi “Apa asa itu benar ada?”
Lalu kujawab “Tanyakan pada hatimu.”
Dan aku tanyakan kembali padamu “Adakah?”
Hanya kesunyian yang menjawab
Semenjak ku jatuh cinta padamu
Aku ingin s’lalu memandang matamu
Aku ingin s’lalu melihat senyummu
Aku ingin s’lalu mendengar suaramu
Apakah dirimu tercipta untukku
Hati ini tak berani lagi
Hati ini berdetak lebih keras lagi
Aku tak bisa ungkapkan lagi
Tubuhku melayang bersama angan-angan
Semenjak ku jatuh cinta padamu
Aku ingin s’lalu memandang matamu
Aku ingin s’lalu melihat senyummu
Aku ingin s’lalu mendengar suaramu
Ku ingin bawamu terbang
Ke dunia taman berlian
Ku ingin kepakkan sayap
Untukmu hai bidadari
Indahnya parasmu
Madu di bibirmu
Setia lakumu
Salju di hatimu
Meski pedang menancap di dadaku
Walau peluru menembus keningku
Ku ’kan lewati

